Jumat, 10 April 2015

Pendidikan Seks Untuk Anak SD dan SMP



PENDIDIKAN SEKS UNTUK ANAK SD DAN SMP
Oleh : Rois Sobri
12690041
 (image from google)
Pendidikan seks adalah salah satu bagian pembelajaran tentang hidup yang objek belajarnya (seks) sangat dekat dengan subjek yang mempelajari yaitu manusia. Menurut saya pendidikan seks saat ini masih dianggap tabu, kenapa? Ya karena pendidikan seks yang dimaksud orang secara umum adalah pendidikan seks yang hanya mengarah kepada hubungan intim saja, tidak memaknai seks secara umum mengenai perkembangan organ seks,kesehatan reproduksi, perilaku tahapan manusia pubertas dan sebagainya. Pendidikan seks usia dini saat ini terdengar gencar dibincangkan sebagai upaya menanggulangi kenyataan pergaulan bebas saat ini yang yang dianggap sudah keterlaluan. Nah bagaimana sekarang tekhnik untuk menyapaikan pendidikan seks ini agar tepat maksud tepat tujuan terhadap anak usia sekolah dasar dan menengah pertama.
Menurut saya pendidikan seks untuk anak usia sd dan smp memang penting. Tekhnik yang tepat dimulai dari perencanaan yang matang, pertimbangan yang bijak. Pertama perncanaan materi, materi yang sesuai sangat penting karena peserta didik mempunya tahap perkembangan seiring berbedanya usia. Konten yang berlebihan justru akan membuat kedewasaan lebih cepat dapat terjadi yang apabila tidak didampingi dengan baik oleh lingkungan dapat berbahaya. Yang kedua perencanaan metode, bagaimana penyampaian konten pendidikan seks akan mendukung keterpengaruhan peserta didik. Untuk kalangan anak sd dan smp saya memilih untuk mendatangkan tim dari puskesmas baik dokter atau bidan sehingga respek siswa sudah terarah bahwa yang menyampaikan adalah ahli dan tujuannya untuk kesehatan. Perhatian siswa juga akan berbeda ketika bertemu suasana belajar yang baru dengan pendidik dari dokter atau bidan yang biasanya kita sebagai guru yang biasa menyampaikan sains alam. Metode penyuluhan seperti ini akan membekas bagi peserta didik daripada sekedar wejangan wejangan dari guru. Namun, penyuluhan seperti ini tetap harus dalam kontrol guru yang harus mengkoordinasikan konten yang disampaikan. Yang ketiga perencanaan tindak lanjut. Hal apakah yang dapat dilakukan setelah kegiatan pendidikan seks tersebut diberikan, minimal progres yang bisa diterima oleh peserta didik baik yang nampak atau tidak nampak. Bisa saja dengan melakukan evaluasi semacam test tertulis mengenai pendidikan seks.
Begitu saja menurut saya mengenai penyampaian pendidikan seks untuk peserta didik tingkat SD dan SMP.

Tidak ada komentar: