PENDIDIKAN SEKS UNTUK
ANAK SD DAN SMP
Oleh : Rois Sobri
12690041
(image from google)
Pendidikan seks adalah salah satu
bagian pembelajaran tentang hidup yang objek belajarnya (seks) sangat dekat
dengan subjek yang mempelajari yaitu manusia. Menurut saya pendidikan seks saat
ini masih dianggap tabu, kenapa? Ya karena pendidikan seks yang dimaksud orang
secara umum adalah pendidikan seks yang hanya mengarah kepada hubungan intim
saja, tidak memaknai seks secara umum mengenai perkembangan organ seks,kesehatan
reproduksi, perilaku tahapan manusia pubertas dan sebagainya. Pendidikan seks
usia dini saat ini terdengar gencar dibincangkan sebagai upaya menanggulangi
kenyataan pergaulan bebas saat ini yang yang dianggap sudah keterlaluan. Nah bagaimana
sekarang tekhnik untuk menyapaikan pendidikan seks ini agar tepat maksud tepat
tujuan terhadap anak usia sekolah dasar dan menengah pertama.
Menurut saya pendidikan seks
untuk anak usia sd dan smp memang penting. Tekhnik yang tepat dimulai dari
perencanaan yang matang, pertimbangan yang bijak. Pertama perncanaan materi,
materi yang sesuai sangat penting karena peserta didik mempunya tahap perkembangan
seiring berbedanya usia. Konten yang berlebihan justru akan membuat kedewasaan
lebih cepat dapat terjadi yang apabila tidak didampingi dengan baik oleh
lingkungan dapat berbahaya. Yang kedua perencanaan metode, bagaimana
penyampaian konten pendidikan seks akan mendukung keterpengaruhan peserta
didik. Untuk kalangan anak sd dan smp saya memilih untuk mendatangkan tim dari
puskesmas baik dokter atau bidan sehingga respek siswa sudah terarah bahwa yang
menyampaikan adalah ahli dan tujuannya untuk kesehatan. Perhatian siswa juga
akan berbeda ketika bertemu suasana belajar yang baru dengan pendidik dari
dokter atau bidan yang biasanya kita sebagai guru yang biasa menyampaikan sains
alam. Metode penyuluhan seperti ini akan membekas bagi peserta didik daripada
sekedar wejangan wejangan dari guru. Namun, penyuluhan seperti ini tetap harus
dalam kontrol guru yang harus mengkoordinasikan konten yang disampaikan. Yang ketiga
perencanaan tindak lanjut. Hal apakah yang dapat dilakukan setelah kegiatan pendidikan
seks tersebut diberikan, minimal progres yang bisa diterima oleh peserta didik
baik yang nampak atau tidak nampak. Bisa saja dengan melakukan evaluasi semacam
test tertulis mengenai pendidikan seks.
Begitu saja menurut saya mengenai
penyampaian pendidikan seks untuk peserta didik tingkat SD dan SMP.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar